Sadar Diri (Ente Sapa?)

 Luqman ayat 16


يٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى السَّمٰوٰتِ أَوْ فِى الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ


(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) sebutir biji (atom), dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.


Dalam satu renungannya, si Jon membayangkan dia sebagai makhluk yang tak dikenali dan tak diterima oleh Tuhan di yaumul hisab. Setelah capek-capek berjuang, miskin, terhina di dunia, ternyata di akhirat Tuhan tak mengakuinya sebagai seorang makhluk yang pernah diciptakan-Nya. 


"Ente sapa?" Kata para malaikat pengadilan yaumil hisab.


"Aku salah satu hamba Allah," jawab Jon, polos.


"Dalam daftar Kami, nama ente tidak ada," kata para malaikat lagi.


"Coba tanyakan pada Tuhan," pinta Jon.


Setelah malaikat melapor, "Maaf, Dia juga tak mengenalimu," kata malaikat. "Silahkan minggir, giliran yang lain,"


Si Jon pun tersingkir. Tak dianggap ada oleh Tuhannya, tak dikenal siapapun disana, bahkan keluarganya, teman-temannya, sudah lebih dulu ke surga dan dia tertinggal. Orang-orang tak satupun meliriknya, tidak ada makhluk bahkan debu pun yang bersaksi bahwa si Jon adalah seorang hamba-Nya. Lalu, bagaimana perasaan si Jon tak dikenali, diakui siapapun, bahkan Tuhannya?


Saat di dunia, Jon sudah paham itu. Mengapa takut neraka, katanya, jika di dunia selama ini dia sudah latihan untuk menekam di dalamnya. Lalu ternyata dia tak ditempatkan di surga ataupun neraka. Dia terbuang, entah melayang akan sampai ke ujung galaksi mana. Sendirian.


Di dunia, saat dia masih muda, dia sudah latihan untuk itu. Semacam kesadaran diri untuk tak dianggap manusia, tak dianggap makhluk hidup. Ia beberapa kali dituduh maling saat sholat isya agak malam di masjid-masjid perkotaan. Ia pernah dicurigai sebagai teroris di gerbang balaikota oleh satpol pp. Ia juga pernah dianggap teroris oleh polisi, ditangkap, lalu ternyata dimintai uang buat bayar makan siang mereka. Dia sadar diri, layak untuk diperlakukan seperti itu. Hidup tak dihargai, mati pun belum saatnya. Mungkin itu adalah ujian hidup yang sesungguhnya, ketika kau tak boleh mati dulu sedang kondisi membunuhmu berkali-kali. Dan kabar baiknya, setelah kau babak belur begitu di dunia, di akhirat ternyata kau tak punya tempat. Oleh Tuhanmu tak dianggap sebagai makhluk-Nya.


Maha benar qur'an dengan segala firman-Nya. Sesungguhnya, jika ada sebutir atom yang beramal, sekalipun ia di dalam batu, di langit atau di bumi, di pekatnya kegelapan, Allah melihat itu dan ia akan mendapatkan balasannya : bahkan lebih baik. Jangan pernah putus asa. Hanya setan yang terus menerus membuat definisi-definisi salah tentang Tuhan, lalu kau dipaksa untuk meyakini itu.


Yang dilakukan si Jon saat tak diakui di yaumul hisab : Aku akan terus memuja-Mu, Tuhan. Diakui ataupun tidak, karena itu hak-Mu atasku. Lalu ia menyenandungkan : Ya Hanan, Ya Manan, Ya Dzal jalali wal ikram.....


Bandung, Sabtu, 30 Oktober 2021

Post a Comment

0 Comments