Hidup Bulanan

 9 Agustus ke 9 September



Momen langka ini diabadikan malam Senin 8 Agustus 2021. Doa ibu menjadi penyambung, diijabah oleh Allah, hingga di malam itu kami seperti kakak adik yang baru bertemu setelah bertahun-tahun tak jumpa. Ibarat Yusuf yang tak menyalahkan kakaknya, karena memang setan-lah yang membuat kerusakan di dalam dan luar diri manusia. Setan bertugas menyiramkan bahan bakar, lalu yang menyalakan adalah nafsu manusia. Sedang sang adik, ia sadar diri, bahwa nafsu dalam diri, akan selalu menjebak manusia ke jurang kebinasaan. Nafsu cenderung buruk, hanya nafsu yang dirahmati Allah saja yang cenderung mengajak kebaikan. Nafsu yang dirahmati Allah adalah nafsu kebutuhan, bukan keinginan. Hidup berdasar kebutuhan-kebutuhan primer, bukan keinginan, atau kebutuhan-kebutuhan tersier apalagi komplementer.


Aku sendiri ada janji membantu teman 3 bulan ke depan di Bandung. Dan satu bulan pertama, 9 to 9, adalah durasi pertama untuk tirakat baru. Seperti yang diajarkan HOS Cokroaminoto : Memurnikan tauhid, meninggikan ilmu, sepintar-pintarnya siasat/strategi. Sepeninggal bapak, aku tak berhenti berdoa agar Allah berkenan untuk membukakan hati dan pikiran keluargaku, bahwa tanggungjawab yang bapak tinggalkan adalah modal awal melahirkan generasi-generasi pembaharu. Sejumlah 6 tanah wakaf, dengan luas hampir 5000m², diperebutkan orang-orang jahat, sedang kami hanya bisa diam sesaat. Siasat yang aku buat 2015 lalu nampaknya Allah masih berkenan menguatkan itu. Sambil menunggu hidayah datang pada keluarga kami, menunggu tumbuhnya si 'underdog' ini, desain masa depan masih stagnan. Pembangunan belum bisa dilanjutkan secara masif. Tapi itu semua adalah takdir-Nya, qadar-Nya, karena, lebih baik aku menjadi milik-Nya tanpa aku, daripada aku merasa memiliki diriku sendiri tanpa-Nya. Kehinaan paling besar adalah, ketika Dia tak menganggap kita adalah makhluk ciptaan-Nya, teranggap bukan umat Muhammad SAW setelah habis-habisan kita berjuang untuk-Nya. 


Senin, 9 Agustus 2021

Post a Comment

0 Comments