Dakwah Godfather

 Ramadlan (22)


"Merasa nyaman dalam kegelapan itu sama dengan menjaga kebodohan yang kita miliki. Bodoh itu boleh hanya untuk suatu hal yang tak dibutuhkan."


Tahun 2017, Jon pernah didiagnosis kena TBC. Dokter bilang begitu. Tapi ada yang aneh, kata istri Jon. Hampir tiap malam suaminya itu tidur sambil kejang, badan kepanasan, bahkan satu malam bisa ganti baju sampai 3x. Karena basah keringat. Bukan keringetan gegara bersebadan dengan istrinya, melainkan, katanya, efek penyakit itu. Lebih anehnya, pernah si Jon diganggu cicak yang bisa duduk dan mainan ekor di depannya saat itu. Sempat di suatu malam, Jon mimpi mati. Jiwanya sudah naik, entah kemana, intinya ada yang membawanya naik ke langit. Tapi di langit ia, sepertinya, bertemu rasulullah.


"Lu kenapa disini?" Tanya orang itu. Dialognya kurang lebih begini, versi enaknya.


"Lho ya aku sudah meninggal, mungkin? Ini dia yang bawa aku," jawab Jon sambil nunjuk orang di sampingnya.


"Enak-enakan lu disini, terus yang menemani umatku disana siapa?" Kata orang itu lagi.


Jon terdiam. Ini gimana maksudnya? Tadi gue dibawa kesini, Lah ini malah dimarahin?


Jon pun terbangun. Sampai saat ini ia belum mengerti apa maksudnya.


Setelah diselidiki, 4 tahun penyeledikan kebatinan, katakanlah begitu. Ternyata ada dua pihak yang memantrai si Jon. Satu ustadz yang dulu sangat dendam pada keluarganya, setahun setelah si Jon sembuh, ustadz itu kena stroke. Satu lagi saudaranya sendiri. Yang terakhir ini yang paling berat. Ibarat berkelahi, ia tak boleh mengenai diri saudaranya itu, karena sebenarnya yang menggerakan dia untuk berbuat seperti itu adalah makhluk yang mendiami pikirannya. Musuh abadi nomor dua bagi manusia, setelah dirinya sendiri.


Ada fadilah yang Allah jelaskan pada si Jon dari sakit-sakitnya yang seperti itu. Salah satunya adalah tentang misi dakwah rasulullah yang lintas alam silang dimensi. Membawa misi 'menjadi bagian dari cinta yang rasulullah bawa'. Si Jon sebut strategi ini sebagai 'Dakwah Godfather'. Seperti mafia, dengan cara dakwah ini, yang didakwahi tak punya jalan lain kecuali taat. Sekalipun dakwah itu disampaikan dengan 'tawashow bil haq wa tawashow bish shobri'. Tanpa paksaan, hanya menyampaikan, menggambarkan dengan jelas.


Mendatangi siapa saja yang Allah perintahkan si pendakwah untuk menyapanya. Siapapun itu, dari kalangan manapun, atau bahkan dimensi apapun. Jon diberitahu tentang tajalli-tajalli-Nya, tentang cahaya yang Dia turunkan yang akan menjadikan yang didikwahi tak punya jalan lain kecuali tunduk pada Tuhan. Menyampaikan quran tidak dengan kalimat, melainkan dengan penggambaran. Menunjukan kesabaran yang besar, meski diri luar dan dalam terus menerus diserang. Dengan tetap menjaga kesadaran, la hawla wa la quwwata illa billah, wa kullu khoiri minnallah, wa kullu syari minni.


Tegal, 8 Mei 2021


Post a Comment

0 Comments