Satu Algoritma Semesta

 Ramadhan (7)


Aku beritahu satu algoritma semesta ya. Agak susah jelasinnya, bukan karena bahasanya sulit, tapi kamu akan bingung, kalau memang aku paham ini, mengapa tak melakukannya?

Ada yang pernah bercerita pada Buya Hamka, tentang prostitusi di Kota Mekkah dan Madinah. Si pencerita merasa kecewa, ternyata di Kota suci saja ada pelacuran. Tapi, Buya Hamka berkata begini :


"Kalau begitu, sebaliknya. Di Las Vegas dan Texas tidak ada pelacuran," kata Buya Hamka.


"Lho kok bisa, Buya? Di Mekkah saja ada kok?" Kata orang itu.


"Seseorang akan menemui apa yang dikehendakinya. Aku tak bertemu para wanita itu disana, aku bertemu orang-orang baik,"


***


Yaa ayyuhal insan innaka kadihun ilaa kadhan fa mulaqih.


Wahai manusia, sesungguhnya kamu bersusah payah mencari, dan akan menemukannya.


Jika ilmu yang kau kehendaki, maka kemanapun kau berjalan, kau akan menemukannya. Jika uang yang kau kehendaki, maka kemanapun kau melangkah itu pula yang akan kau temukan, atau jalan panjang menuju itu. Tapi, kau harus tahu, Allah dan rasulullah sangat lebih mudah kita capai, kita temukan, dari segala apapun yang kau rasa indah di semesta ini. Fadzkuruni yadzkurkum, berdzikirlah, ingatlah Aku (Allah), maka saat itu pula aku juga mengingat-Mu. Dan begitupun ketika kita bersholawat. Itu sama.


Banyak orang bertanya : Kalau kamu tahu hukum itu, mengapa kau memilih hidup susah (miskin) seperti ini?


Aku bilang di awal, kau akan kebingungan. Bukan hidup zuhud, tawadhu, atau ingin surga - semua hal itu bagiku tak berarti, melainkan kemurnian menghamba, hidup tanpa 'label' apa-apa, tanpa kehendak apa-apa selain menjadi hamba-Nya. Qul Huwa Allahu Ahad, katakanlah Allah satu-satunya Tuhanku, dan apapun yang Dia takdirkan untukku, Insyaallah aku rela.


Tegal, 19 April 2021



Post a Comment

0 Comments