Tema 4 : Pantun

 


Assalamualaikum

Selamat pagi anak anak hebat J

Sudahkah memakai masker saat bepergian?

 

Pergi ke pasar membeli cabai

Cabai hijau dan cabai merah

Masker jangan lupa dipakai

Saat akan keluar rumah

 

Sebelum belajar mari berdoa terlebih dahulu



Meskipun di masa pandemi, sebagai warga sekolah yang baik. Kita sebagai siswa harus tetap melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang siswa. Apa itu tanggung jawab? Kita akan belajar mengenai hak, kewajiban dan tanggung jawab pada pembelajaran hari ini. Bukan hanya itu, kita juga akan mencari tahu tentang pantun. Berikut tujuan pembelajaran kita hari ini.

 

MATERI PEMBELAJARAN

 

MUATAN PPKN

Pernahkan kalian melihat pemilihan ketua RW di lingkungan tempat tinggalmu? Bagaimana proses pemilihan ketua RW? Nah, berikut contoh laporan hasil pengamatan pemilihan ketua RW di rumah Dayu.

Bagaimanakah tata cara pemilihan ketua RW?

Ayo Membaca!

Tata cara pemilihan ketua RW diatur dalam peraturan daerah. Peraturan tersebut dapat berbeda untuk setiap daerah di Indonesia. Berikut penjelasan mengenai tata cara pemilihan ketua RW.

1.      Pembentukan panitia pemilihan ketua RW Kepengurusan panitia ini harus disetujui oleh kepala Desa setempat. Berikut merupakan tugas panitia pemilihan ketua RW.

a. Menyeleksi calon ketua RW.

b. Menetapkan calon ketua RW yang memenuhi persyaratan.

c. Menentukan daftar pemilih.

d. Menyusun tata tertib pemilihan ketua RW.

e. Menyelenggarakan pemilihan.

2.      Pendaftaran calon ketua RW kepada panitia  dan penetapan calon ketua RW

Calon ketua RW harus mendaftarkan diri kepada panitia. Setelah pendaftaran selesai, panitia akan menyeleksi calon ketua RW dan menetapkan calon ketua RW yang akan maju dalam pemilihan.

3.      Penyelenggaraan pemilihan ketua RW

Pemilihan ketua RW diselenggarakan oleh panitia. Pemilihan tersebut harus berasaskan LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). Ketua RW dipilih oleh warga masyarakat yang telah memenuhi syarat (telah berumur 17 tahun atau sudah menikah).

4.      Pelantikan ketua RW baru

Setelah pemilihan selesai dan memperoleh hasil, maka ketua RW akan dilantik oleh kepala desa setempat.

Pada masyarakat Indonesia, pengambilan keputusan bersama dilakukan melalui musyawarah. Musyawarah tersebut bertujuan untuk mencapai mufakat. Apabila tidak mencapai mufakat, maka dilakukan voting.

Pengambilan keputusan bersama dilakukan untuk memecahkan masalah dalam masyarakat, misalnya sebagai berikut.

1. Pemilihan ketua RT atau RW.

2. Menentukan jadwal siskamling.

3. Menentukan jadwal gotong-royong.

Dalam pengambilan keputusan bersama tersebut diharapkan adanya peran serta dari seluruh anggota masyarakat. Peran serta tersebut dapat berupa kegiatan berikut.

1. Mengikuti pemilihan ketua RT atau RW.

2. Mengamati jalannya pemilihan ketua RT atau RW.

3. Melaporkan pelanggaran yang terjadi pada saat pemilihan.

Peran serta masyarakat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga.

 

Selain tanggung jawab sebagai warga, kita juga harus memahami tanggung ajwab sebagai warga sekolah. Siswa memiliki tanggung jawab belajar dengan baik. Nah sebagai bentuk tanggung jawab kalian semua mari hari ini kita belajar tentang pantun. Apa itu pantun?

 

MUATAN BAHASA INDONESIA

Masih ingatkah pembukaan pembelajaran pada hari ini? Pembelajaran pada awal dibuka dengan pantun sebagai berikut.

Pergi ke pasar membeli cabai

Cabai hijau dan cabai merah

Masker jangan lupa dipakai

Saat akan keluar rumah

Coba kalian perhatikan pantun tersebut. Yuk kita cari ciri-ciri pantun:

Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap baitnya terdiri atas empat baris. Berikut merupakan ciri-ciri pantun.

a. Pantun bersajak a–b–a–b.

b. Satu bait terdiri atas empat baris.

c. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

d. Dua baris pertama adalah sampiran dan dua baris berikutnya adalah isi pantun.

 

Ayo Mengamati!

Coba kita amati bersama pantun berikut.

Saat malas dan tak bertenaga

Jangan diam seperti pagar

Sebaiknya lakukan olahraga

Agar peredaran darah menjadi lancar

Sekarang ayo kita identifikasi bersama ciri-ciri pantun tersebut.

 

No

Ciri ciri pantun

Penjelasan

1.

Pantun bersajak

 a–b–a–b

Saat malas dan tak bertenaga (a)
Jangan diam seperti paga
r (r)
Sebaiknya lakukan olahrag
a (a)

Agar peredaran darah lancar (r)

2.

Satu bait terdiri atas empat baris

Baris 1 : Saat malas dan tak bertenaga
Baris 2 : Jangan diam seperti pagar

Baris 3 : Sebaiknya lakukan olahraga
Baris 4 : Agar peredaran darah lancer

3.

Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

Sa-at ma-las dan tak ber-te-na-ga (10 suku kata)
Ja-ngan di-am se-per-ti pa-gar (9 suku kata)
Se-ba-ik-nya la-ku-kan o-lah-ra-ga (11 suku kata)
A-gar per-e-dar-an da-rah lan-car (10 suku kata)

4.

Dua baris pertama adalah sampiran

 dan

 dua baris berikutnya adalah
isi pantun.

 

Saat malas dan tak bertenaga (Sampiran)

Jangan diam seperti pagar (Sampiran)
Sebaiknya lakukan olahraga (Isi)
Agar peredaran darah lancar (Isi)

 

Lalu apa ya anak-anak amanat dari pantun tersebut?

Amanat dari pantun tersebut adalah “Berolahraga merupakan salah satu kegiatan untuk menjaga kesehatan dan peredaran darah menjadi lancar.”

 

Nah sekarang kalian sudah memahami arti pantun, ciri-ciri pantun, cara mencari amanat pantun dan jenis-jenis pantun.

 

PENUTUP

Saya rasa materi hari ini cukup sampai disini, semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini dapat bermanfaat dilain hari

Marilah kita tutup pembelajaran hari ini dengan bacaan hamdallah

 


 Tugas Hari ini

1. Membuat Pantun dibuku tematik dan di foto

2. kerjakan soal pada link tersebut

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdjEXMGbZz8-FZhzfAmq_S3V9e4um1VfXTNos_faXg6XtWP1A/viewform?usp=sf_link



Sumber artikel

https://kelas5sdtegalkota.blogspot.com/2020/07/tema-4-subtema-2-pertemuan-1.html

Post a Comment

0 Comments