4. Formula Dasar Kehidupan Manusia

#Ba

"Yang menjadikan semesta hidupmu teranggap sebagai masalah adalah setan. Dan yang menjadikanmu menganggap semesta hidupmu adalah rahmat Allah adalah cahaya Muhammad. Jangan kau anggap setan adalah musuh Allah, dia adalah musuh makhluk. Diciptakan untuk mengujimu, seberapa cinta kita pada-Nya"_Jon Q_


Tulisan ini adalah sekaligus lanjutan dari seri 5 tulisan tentang apa yang 'diajarkan' corona pada kita. Apa hubungannya dengan huruf (hijaiyah) Ba? Baiklah, kita mulai dari Surat Ar Rahman. Lho? Apa hubungannya Surat Ar Rahman dengan huruf Ba?

Fa idza qoro'tal qur'an fasta'idzbillahi minasysyaithonir rojim.. Maka ketika kita membaca qur'an (baik yang tertulis berupa kitab suci atau yang tak tertulis berupa semesta), maka bacalah a'udzubillahi minasysyaithonir rojim.

Ar rahman... Yang Maha Pengasih.

'Alamal qur'an... Mengajarkan qur'an.

Kholaqol insan... (Kemudian) Menciptakan manusia.

'Alamahu al bayan... Mengajarinya dengan penjelasan.


Kepada siapa Ar Rahman (Allah) mengajarkan qur'an (bacaan), jika manusia diciptakan-Nya setelah itu? Pada Al Qalam? Ayatnya tidak berkata : menuliskan quran. Melainkan, mengajarkan. Siapa? Disinilah jawaban dari pertanyaan, apa tugas para malaikat sebelum semesta diciptakan? Mereka seakan 'belajar' dari apa yang diajarkan Tuhan. Setelah Al Qalam menuliskan ilmu Allah, ia mengajarkan dengan Ar Rahman Allah, pada para malaikat. Nanti kisah ini akan sampai, pada Surat Al Baqarah ayat 30.

Lalu, setelah pengajaran qur'an pada para malaikat selesai, diciptakanlah manusia, yang didahului penciptaan jin (dalam bukunya ibn 'arabi) 60.000 tahun sebelum manusia. Berbeda dengan malaikat, manusia, yaitu Adam, bukan hanya diajarkan ilmu-ilmu Allah untuk dihafalkan, tetapi juga dengan penjelasan (al bayan). Kholaqol insana maa lam ya'lam (surat al alaq). Wa alama adamal asma-a kullaha, diajarkan semua ilmu (formula dasar kehidupan manusia) Allah kepada Adam. Yaitu sebuah ilmu 'huruf hijaiyah', dari alif sampai ya'. Kisah ini akan ditutup dengan kehidupan Nabi Muhammad (seperti di tulisan tentang corona yang nomor 1). Sang Nabi tidak bisa membaca ilmu-ilmu manusia, hasil konstruksi peradaban mereka. Tapi sang nabi mampu membaca 'huruf hijaiyah'', yang dulu diajarkan pada leluhurnya, yaitu Adam. Kemudian para kekasih-Nya, orang-orang yang akan teguh berjalan di atas jalan beliau, adalah mereka yang saat ini terus belajar, bukan untuk pintar atau cerdas, melainkan membutahurufkan dirinya, kembali pada apa yang diajarkan Allah pada Adam. Wa alama adamal asma-a kullaha.

Maka ketika Adam diciptakan, dia juga diajarkan untuk tidak mendekati 'huruf Alif', yaitu al qalam. Karena, seperti di tulisan sebelumnya, itu adalah maqom (derajat) untuk Nabi Muhammad. Alif, atau al qalam itu adalah apa yang disebut qur'an sebagai 'syajarotun khuldi', pohon keabadian, pohon semesta, yang dari itu semesta bermula.

#Ba

Alif melengkung membentuk huruf Ba. Zaman sebelum Ba bertitik bawah, adalah zaman ketika era para jin. Abal jan berperang dengan sesamanya, juga banul jan, keturunan abal jan yang saling perang. Mereka semua adalah leluhur jin, makhluk tersembunyi, saudara tua manusia, yang kelak disebut iblis. Tulisan tentang itu ada di web ini dengan judul : Perkenalkan, Aku Iblis. Kisah ini akan ditutup di tulisan kelima tentang corona, yaitu Skenario Dajjal. Insyaallah.


Iblis (kita sebut saja begitu), adalah jin yang taat. Jin seperti manusia, memiliki akal, dan diberikan kehendak bebas, atau dalam surat asy syam : fa alhamaha fujuroha wa taqwaha. Mereka juga diberikan dua jalan, mau sesat silakan, mau taqwa juga silakan. Era sebelum munculnya Adam, jin yang kelak disebut Iblis ini sudah memiliki predikat taqwa di hadapan Tuhan dan para malaikat. Ketika ujung huruf Ba hampir sempurna, yaitu zaman menjelang bigbang (secara fisika ini awal semesta materi tercipta), terdengarlah surat al baqarah ayat 30. Bahwa akan dijadikan seorang wakil Allah di bumi, inni ja'ilun fil ardli kholifah. Tidak ada redaksi manusia, jin, atau bahkan malaikat disana. Allah cuma bilang, akan Aku angkat (jadikan) seorang wakil-Ku di bumi. Dan kandidatnya, menurut malaikat dan jin hanyalah mereka berdua. Maka malaikat-malaikat kelas bawah (di tulisan pertama sudah saya singgung), protes. Untuk apa Engkau (Allah) mengangkat seorang wakil yang senang berperang dan menumpahkan darah (membunuh)? Allah berkata, inni a'lamu wa antum la ta'lamun. Dalam kondisi, Adam belum ada sama sekali. Maka jin (yang kelak disebut Iblis) merasa, jika bukan malaikat yang akan diangkat, maka itu adalah derajat (maqom) untukku. Pikir iblis. 


Malaikat dan Iblis terkejut, karena selain dikabarkan Adam-lah yang akan diangkat menjadi khalifah itu, mereka juga diminta untuk bersujud. Di sisi lain, jauh sebelum Adam ditiupkan ruh, iblis memasuki tubuhnya, bahkan mengitari aliran darahnya. Cek lokasi, gitu. Betapa lemahnya manusia, kata iblis. Inilah yang mendasari hadits : setan mengalir dalam darah manusia. Dari sini, mulai konflik abadi antara jin yang telah tergoda setan, dengan manusia seumur usia bumi. Ini sekaligus menjawab pertanyaan/sangkaan tak mendasar bahwa Adam terusir dari surga. Atau, Adam-lah yang jadi tersangka manusia hidup repot di bumi. Sebab, karena memang Allah menciptakan Adam untuk dijadikan Khalifah di bumi. Di surga, Adam hanya transit, karena selain surga itu bukan surganya manusia setelah kiamat, ternyata di dalam surga ia juga tergoda setan. Untuk penjelasan strategi dan pangkat setan, kita sudah jelaskan di tulisan-tulisan sebelumnya.

Dalam surat Thoha ayat 117, Allah berkata : tinggallah di surga... bla bla bla, dan jangan kau dekati pohon ini. Pohon apa? Yaitu syajarotun khuldi, pohon keabadian, atau cahaya al qalam, atau dalam huruf Hijaiyah adalah Alif. Karena tak mungkin untuk titik Ba, sebagai mikro kosmos bigbang, ruang dan waktu, untuk naik ke maqom alif. Selain jalan yang Adam tak boleh lewati, itu juga memang khusus untuk cucunya lebih dulu, yaitu Nabi Muhammad shollu alaihi wassalim.

Sebelum Adam ke bumi, Iblis sudah menjadi tuan rumahnya lebih dulu, pasca dikeluarkannya dari wilayah para malaikat. Baru ketika Adam juga diturunkan ke bumi, mulailah perjalanan manusia yang diawali pencarian cinta Adam dan Hawa. Disinilah kita akan lanjut membahas huruf hijaiyah 'Ta'.


#Formula Dasar Kehidupan Manusia


Tuhan menawarkan amanah pada seluruh penjuru langit dan bumi (termasuk jin), mereka semua menolak, kecuali manusia. Sudah tidak ditawari, tapi kepedean merasa mampu. Surat Al Ahzab 72. Ini mengapa di ayat tersebut diakhiri kalimat : sesungguhnya manusia dholim dan bodoh. Langit dan bumi menolak, karena memang itu tawaran, bukan perintah. Jin, selain paham pengalaman betapa berat memikul amanah Tuhan (dulu kan mereka sampai ke predikat taqwa, ya?), Juga sudah terlanjur fokus untuk menyesatkan manusia. Amanah itu dipikul pada manusia. Ini menjawab pertanyaan, manusia diciptakan di bumi karena dipaksa, ditawari, atau meminta diciptakan? Manusia meminta, mengambil tawaran, lalu dipaksa untuk menepati janji : yaitu amanah tersebut.


Alastu bi robbikum? Tuhan bertanya sebelum ruh manusia ditiupkan, setelah mereka diajari seperti leluhurnya : wa alama adamal asma-a kullaha. Qolu bala, syahidna. Dalam wujud ruh, kita bersaksi, Tuhan kita adalah Allah, dan tugas kita di bumi adalah meng-Esakan Allah (seperti hadits qudsi di tulisan pertama). 


Ruh-ruh itu diajarkan peta kehidupannya, serabut takdir dengan segala kemungkinan nasibnya, musuh-musuhnya, persenjataannya (akal, hati, iman, dsb), perbekalannya, dsb. Peta inilah formula dasar kehidupan manusia. Ilmu yang diajarkan Allah pada Adam, dan ilmu yang pada akhirnya rasulullah miliki. Yaitu pemahaman-pemahaman suci, primordial, paling mendasar, tentang bagaimana cara yang baik dan benar menjalani kehidupan. Bukan berarti ilmu konstruksi akal dari kita kecil itu tak berguna (sudah saya bahas di tulisan tahun lalu yang berjudul 'lingkaran pikiran'). Semua pemahaman konstruksi akal, pada akhirnya harus tunduk takdzim pada ilmu Allah : yang lebih tinggi dari akal. Pada 'peta' hidup manusia yang diajarkan Tuhan sebelum ia diciptakan. Tuhan memberi dua jalan, yang sebenarnya adalah satu. Jalan terang cahaya dan kegelapan ilusi buatan setan. Mereka yang berada di jalan terang cahaya, telah paham, melihat, begitu maha benarnya Allah atas segala yang difirmankan-Nya. Doa mereka adalah 'ihdinash shirothol mustaqim', tetapkanlah kami di jalan terang cahaya ini, jalan para rasul, nabi, dan kekasih-Mu sebelum kami. Dan jalan kegelapan ilusi, yang membuat kita menganggap dunia ini adalah masalah dan merepotkan, adalah jalan setan. Jalan yang diambil Qobil ketika ia berselisih dengan saudara kandungnya : Habil. Kisah ini akan dilanjut dalam tulisan ketiga : Huruf 'Ta'. Titik dua di atas lengkungan Alif. Insyaallah.


Rabu, 2 September 2020

Post a Comment

0 Comments