Kiamatkan Dirimu

 Manusia sebaiknya memiliki kesadaran, tentang segala sesuatu yang ia bangun di dunia ini, seindah apapun itu, kapan saja bisa dihancurkan. Sekilas terdengar sepele, tak berefek, tapi jika direnungkan, bisa jadi kita jatuh pada keputusasaan. Untuk apa membangun gedung tinggi-tinggi, masjid megah, pantai mempesona, wisata gunung yang cantik, jika kapan saja itu semua bisa hancur dan bahkan memakan banyak korban?


Lalu, bagaimana seharusnya hidup ini? Dan siapakah yang layak menentukan hidup kita ini sudah baik atau masih banyak salahnya?


Pertanyaan kedua, jika saudaramu yang kau sayangi (misalnya) mandi dengan air comberan yang ia bahagia dengan itu, apa yang akan kau lakukan : melarangnya yang berarti menghalanginya untuk bahagia, atau membiarkannya yang berarti ia menyiksa diri dan orang-orang sekitarnya?


Banyak hal di dunia ini yang faktanya manusia tak sanggup menanggungnya sendiri. Manusia tak mampu menyelesaikannya sendiri. Mungkin manusia mampu menyiapkan cara-caranya, tapi tak sempurna dalam penyelesaiannya. Kesadaran kedua adalah, dunia ini memang wilayah yang didesain agar segala sesuatunya seimbang. Tak ada yang benar-benar sempurna - selalu sesuai keinginan kita, segala sesuatu memiliki sisi gelap, sisi lemah, tak akan pernah selesai persoalan-persoalan yang manusia hadapi. Memang harus terus mengalir, tajri min tahtihal anharu kholidina fiiha.


Dua tahun ini, seakan Tuhan memperlihatkan banyak sekali hal-hal yang seringkali aku merasa tak layak mendapatkan (pemahaman) itu. Seperti ayat pertama di surat al isro, Dia memperlihatkan sebagian kekuasaan-Nya pada seorang hamba yang terpilih (rasulullah). Seringkali aku bertanya sendiri, apakah manusia hina macam aku ini layak diperlihatkan itu? Allah, ma dza liyuthli'ani 'alal ghoibi wa ayaatuka? Dan jawabannya : hak-mu mencintai-Ku, dan menjadi hak-Ku untuk memperlihatkan kekuasaan-Ku. Seperti seorang lelaki yang mencintai seorang wanita. Ia benar-benar cinta, sampai tak perlu tahu dia itu bagaimana. Tapi setelah si perempuan menunjukan rumahnya yang besar, kendaraannya yang mewah, pasukan penjaganya yang banyak, si lelaki itu kaget dan bertanya : untuk apa kau memperlihatkan itu padaku? Dan dia menjawab sama : hak-mu mencintaiku, dan menjadi hak-ku menunjukan siapa aku pada ia yang ku pilih. 😭


Dua bulan ini aku niatkan membuka konsultasi kejiwaan. Orang menganggap, itu hubungannya dengan orang-orang gila. Ah, manusia jaman ini memang payah. Gila-normal saja bias, tergantung siapa yangengukurnya. Bisa jadi, kita yang tak mudah bahagia ini adalah orang-orang gila, dan mereka yang mudah bahagia adalah orang-orang yang sehat jiwanya. Tiga orang sedang ku terapi, tidak semudah yang dibayangkan. Tapi aku akan menemani mereka. Terkadang aku berpikir, bersabar dari predikat 'aneh' yang diberikan masyarakat adalah ciri khas pengikut para nabi. Tentunya yang tak merugikan.


Di hari kiamat nanti, langit dan bumi dalam genggaman-Nya. Kiamatkan 'dirimu', agar engkau sepenuhnya digenggam oleh-Nya. Allah, jangan biarkan hatiku tergenggam oleh selain genggaman-Mu.


Rabu, 24 Februari 2021



Post a Comment

0 Comments