Syair ke-33 Ar Rahman

Sanafrughu lakum ayyuhats tsaqolan

Tiap apapun di semesta ini semuanya berada dalam kesibukan

Menjalani perjalanan yang nyatanya tak selalu menyenangkan

Andai maaf mampu melenyapkan rasa sakit kenangan

Tak akan ada seorangpun yang melangkah maju dengan wajah tertunduk lesu


Fa'fu waswahu

Hadiah dari semesta pada manusia ketika mereka berlapang dada

Menerima pahitnya kenyataan dan melepaskan semua

Cerita tentang seorang yang terus berlari dalam luka

Mengejar seseorang yang ternyata menganggapnya sebagai sampah

Lalu seorang wanita yang mengamatinya menangis

Menunggu dan bertanya mengapa

Kau terus berlari meski terluka parah untuknya

Namun aku di sini menanti tak pernah kecewa

Tapi ketika sang wanita sudah memahami mengapa

Dan ia rela melepaskan seseorang yang sedang terluka itu

Ia pun datang saat sang wanita berkata telah terlambat

Bertanya menyimpan kesedihan mengapa ia baru datang


Fa bi ayyi ala-i robbikuma tukdziban

Dia yang di atas arsy tak meniupkan ruh untuk bisa berdusta

Kesedihan dan rasa terluka tak akan hilang selamanya

Selama manusia enggan menerima dan menghapusnya dengan cinta di dada

Bersyukurlah pada Dia yang memberi manusia rasa lupa

Gores luka yang pernah membekas pada hati yang muda

Nampak hilang terlupa hanya karena semakin menua

Post a Comment

0 Comments