Cinta

"Ada cinta dengan kasih dan sayang. Ada cinta tanpa sayang. Dan ada kasih dan sayang tanpa cinta." kata Jon mengawali diskusi. "Aku mencintai dia -seseorang yang Jon cinta di masa lalu, tapi rasa sayangku melebihi rasa cintaku. Aku cinta dia, ingin memiliki dia, tapi aku menyayanginya dan rasa sayang inilah yang mencegahku memilikinya. Mengapa? Hidup denganku, gadis seperti dia akan stress, frustasi, cepat mati,"
Jon bercerita tentang cinta. Tingkatan cinta yang awalnya adalah keinginan memiliki. Kemudian di tingkat kedua adalah 'menjadi' : Tat twam asi (aku adalah engkau,  dan  engkau adalah aku dalam wujud yang berbeda). Tingkat ketiga adalah ketiadaan : tidak ada aku, yang ada hanya engkau.
"Cinta harus/sebaiknya memiliki, itu paling mendasar. Para pejabat kita sangat mencintai negeri ini, maka mereka berlomba saling memiliki : korupsi, menjual aset negara, menggunduli gunung dan hutan. Mereka cinta, tapi tingkatan terrendah. Cinta tanpa kasih dan sayang." celoteh Jon lagi. "Cinta dengan kasih dan sayang, ada dalam 2 lapis. Pertama, bisa jadi aku cinta kamu, tapi karena aku sayang kamu, tak ingin kamu menderita, maka aku tak ingin memilikimu. Lapis kedua, adalah menjadi. Aku cinta kamu dan aku 'menjadi' kamu : kita satu. Aku tak akan menyakitimu, karena kamu adalah aku."
Bagaimana dengan kasih dan sayang tanpa cinta?

Dia-lah Tuhan, yang mengasihi dan menyayangi tiap makhluk-Nya, tapi belum tentu cinta. Karena jika Ia cinta, Ia akan menuntut manusia untuk menuruti keinginan-Nya. Mengapa? Karena manusia dicintai-Nya, sebagai konsekuensi manusia harus menuruti segala keinginan-Nya. Itu adalah ‘beban’, jika seseorang telah dipilih-Nya, dicintai-Nya.

"Maka berterimakasihlah orang-orang NU pada Persis," kata Jon. "Mengapa? Mereka tak pakai 'asholatu khoirum minan naum'. Karena mereka paham, bahwa masjid dan jamaah yang paling banyak kosong adalah masjid dan jamaah NU. Persis menyayangi orang NU, bahwa orang yang tidur (juga lupa, gila, mabuk), tak wajib sholat. Orang Persis, saking sayangnya dengan orang NU, tak mau mengganggu tidur kita,"
"Anda Persis, Jon?" tanya teman diskusinya.
"Bukan. Saya Bonek," jawab Jon geblek.

Post a Comment

0 Comments