Aku akan semakin banyak diam

Tidak jarang saya memikirkan teman-teman saya fokus bekerja di satu atau dua bidang. Saya tak berkata mereka pasti bahagia, saya hanya berkata, mereka fokus, terlepas dari kenyataannya seperti apa. Barangkali ini keluhan, tapi, apapun yang terjadi, seperti yang sering saya ceritakan pada teman-teman dengan perasaan saya di sini – seperti nyanyian anak TK, dimana-mana hatiku senang. Bukan berati saya tak ingin fokus, tapi hidup di sini, bidang sosial, politik, pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, agama, semua seakan didekatkan dan – yang membuat saya sering kerepotan, nyaris tak ada teman yang merangkul tanggung jawab itu bersama. Itu yang menjadikan terasa berat.

Ada pepatah Zen begini : Jangan kotori dirimu dengan mencari (kebenaran) di tempat lain. Cukup pusatkan perhatian pada kejadian-kejadian kecil sehari-hari, di sekeliling kita, dan renungkanlah.

Tapi, mungkin ada benarnya ketika pikiran kita tak tenang, solusi atau kebijaksanaan tak mudah kita dapatkan. Saya membaca banyak buku, tapi semakin banyak baca, seakan tak seperti dahulu ketika masih mahasiswa : lenyap. Semua pengetahuan, lenyap, atau mungkin lupa, entahlah. Yang bisa saya lakukan di sini adalah, diam dan terus bekerja tanpa kenal lelah. Seringkali saya berpikir, apa gunanya banyak baca buku dan memiliki wawasan banyak di tempat seperti ini? saya seperti seekor keledai yang membawa banyak buku : bodoh sendiri.

Dan nasehat yang paling menenangkan adalah, Hiduplah saat ini, bukan di masa lalu, juga bukan di masa depan. Pahamilah saat ini, dan lihatlah keindahannya.

Tuntutan masyarakat, sekolah, masa depan, keluarga, semua seakan terbang. Meski membayangi, tak terasa semua itu menjadi beban. Ketika seseorang bertanya di sore hari saya berdiri di sawah, “Sedang apa?”

Saya jawab, “Berdiri,” orang itu pun berlalu, mengira saya stress. Saya tak punya alasan lagi, mengapa orang baru senang ketika mendapat kemudahan, atau bersedih ketika kemalangan datang. Seakan, itu sama saja. Dan memang tidak mudah untuk menjelaskan ini. maka, aku putuskan mulai saat ini, untuk semakin banyak diam : menikmati keindahan hidup sendiri.

Post a Comment

0 Comments