Tertawa bersama-Nya

 “Justru aku khawatir saat mas bilang ‘tak usah khawatir (masalah apapun akan beres kalau saya jadi pejabat)’. Aku khawatir ketika aku mulai mengandalkan manusia, sekalipun ia ulama yang sangat dekat dengan Tuhan – apalagi hanya pejabat. Aku hanya mengandalkan Tuhan. Maaf,”

Setelah kabar tanah yang tak jadi dibangun, kabar selanjutnya adalah dana untuk honor guru hilang setengah. Aku tertawa. Tanpa prasangka apapun. Aku tertawa karena seakan Tuhan tertawa dihadapanku, dan menantang : Dalam keadaan seperti ini kau seharusnya menyerah! (hahaha)

Baiklah, aku menyerah.

Tapi, aku tak akan berhenti. Aku menyerah, tapi tak akan berhenti melangkah.

(karena ini aku tertawa)

Post a Comment

0 Comments