Jangan Belajar di sekolah itu!

21 Maret 2014


Si Jon mengumpulkan orangtua siswa siang itu. Mereka adalah orangtua siswa yg mendapat bantuan dana keluarga tidak mampu. Kisarannya lumayan, membuat tetangga sekolah yg sebelumnya menghina sekolah itu, tertarik untuk memindahkan anaknya di sekolah kere yg Jon pimpin.
"Dulu, ibu itu malah bilang begini pa, 'Jangan sekolah disitu! Mau jadi apa kamu sekolah tak jelas.' pada anaknya," kata seorang guru. "Eh, sekarang malah menjilat ludah sendiri,"
Si Jon tersenyum. Dia tak punya tendensi apapun dari awal berjuang disana. Ibarat pembantu, jika suatu saat sudah tak dibutuhkan, ia siap saja dikeluarkan.
"Tidak apa-apa, selama mereka butuh, sebaiknya kita melayani." ucap si Jon, belagu.
Kemarin malam, ia menunjukan foto-foto cerdas cermat sekolahnya pada kakaknya. Ia bangga. Sekolah itu di tangan adiknya menjadi mekar lebih cepat. Si Jon pernah berkata pada kakaknya tentang teror di sekolah itu.
"Biarkan para anjing melakukan tugasnya. Jika mas percaya -horisontal- saya, pembuktiannya sebentar lagi." Jon memang kere materi, tapi tentang ide&karya, ia tak bisa diremehkan. Ibarat orang, sekolah itu mirip dengan pemimpinnya : Jon Quixote. Saat muda, ia dihina, diejek, diremehkan, dijauhi orang-orang karena ia adalah stereotipe. Hanya segelintir teman yg berhasil ia 'sesatkan' di forum yg ia bikin. Seperti di forum itu, di sekolah itu Jon juga berkata,"Disini tak ada pemimpin. Lalu siapa saya? Penanggungjawab. Karena tiap orang memimpin dirinya sendiri. Kesalahan apapun yg bapak/ibu lakukan pada siswa, masyarakat, kedinasan, saya yg akan bertanggung jawab," si Jon memang belagu. Yg salah orang lain, dia kok mau-maunya bertanggung jawab. Dasar belagu.
Pertemuan orangtua siang itu ricuh, karena ada orangtua siswa yg tak ikut pengajian orangtua siswa&guru. Tapi Jon menengahi, "Ibu-ibu yg tak ikut pengajian, sabar ya. Sebentar lagi kita punya gedung sendiri, pengajian akan diadakan disana. Ibu tak perlu takut tak punya uang iuran, sekolah yg tanggung," lagi-lagi Jon belagu.

Post a Comment

0 Comments