Kisah Banjir Nuh

Jika kita berhenti berjuang untuk manusia, maka kita telah kehilangan rasa kemanusiaan kita : tak pantas lagi kita disebut manusia._Satnam, 2012 movie_

Pasti ada 'sesuatu' ketika alam tiba-tiba memanggilku. Seringkali, di saat ku bekerja di sekolah itu, perasaan ingin pulang begitu besar. Ternyata benar, di dekat rumah ada tetangga yang ingin ke rumah sakit tapi tak ada kendaraan. Itu sangat sering terjadi. Malam ini, terbangun di dini hari, 'hanya' untuk menonton ulang film 2012. Bukan kiamat kecilnya, tapi imajinasiku tentang Nuh.
Manusia legendaris yang hampir di semua suku tua di muka bumi ini mengenal kisahnya. Timur tengah, India, Baduy, Asmat, Dayak, semua memiliki 'dongeng' tentang manusia yang menyelamatkan umat dengan 'kapal'.
Satu dialog dalam film 2012 ketika gerbang kapal menjadi rebutan :
"Apa kau gila? Kita akan mati, peradaban akan hilang jika gerbang itu dibuka! Kita tak punya waktu!" kata Ansheuser.
"Jika kita berhenti berjuang untuk manusia, maka kita telah kehilangan rasa kemanusiaan kita," kata Hemsley. "Apa yang akan kita katakan pada anak-anak kita, cucu-cucu kita?"
Nuh, terceritakan oleh semua penumpang kapal yang akhirnya berpencar ke seluruh penjuru bumi. Legendanya turun temurun, mengalami perluasan makna&cerita, hingga saat ini. Seorang penyelamat, yang terus berjuang untuk umat : meski istri dan anaknya tak selamat.
**
Ingatanku melayang menuju masa lalu. Tentang ayah&ibuku, tentang cinta. Ayahku pemberani, ia mendatangi ibuku yang anak priyayi, sang primadona : desa. Itu, yang akan ku ceritakan pada anak-anakku, cucu-cucu mereka. How about me? Ayah dari anak-anakku?
Mereka akan bercerita pada cucu-cucuku :
"Ayahku manusia lemah yang melampaui batas-batas kelemahannya. Berani mengambil sikap pada dunia : wanita, harta, tak mabuk oleh tahta. Meski ia diejek orang-orang sebagai si gila. Ayahku seorang ksatria, yang memilih tersakiti dunia, enggan mengorbankan banyak manusia. Sekalipun mereka manusia lemah, orang-orang kampung"
How about u?
Akankah kau berbohong?


Post a Comment

0 Comments